Kenalan sama Christian Banisrael, Finalis Juree ID 2019 Lewat ‘Mist Of The Past’!

 

‘Mist Of The Past’ merupakan karya pertama yang disutradarai oleh Christian Banisrael

Christian Banisrael

Christian Banisrael yang akrab dipanggil Tata saat ini sedang menempuh studi Diploma IV di Sekolah Tinggi Multi Media MMTC Yogyakarta. Ia memulai karir sebagai penata artistik dan bekerja sebagai supir transportasi daring di sela-sela waktunya. ‘Mist Of The Past’ (Gejog) merupakan karya perdananya.

Apa yang membuatmu memutuskan untuk menjadi sutradara?

Tata: Ada beberapa macam medium untuk menyampaikan gagasan berpikir, entah melalui artikel, lagu, cerpen, novel maupun film dan tentunya di era kini terbuka lebar medium yang dapat memfasilitasi kita secara kreatif dalam hal menyampaikan gagasan. Namun secara alami dan semakin lama menggeluti bidang ini, film memberikan ruang sebagai alternatif penyampaian gagasan secara komplit satu paket.

“Proses diskusi yang disampaikan lewat medium ini jadi pertemuan yang memiliki ikatan tersendiri bagi saya dengan penonton.”

Apa inspirasi di balik film ‘Mist Of The Past’?

Tata: Film ini berlatar pada sebuah narasi besar tentang tragedi masa lampau yang pernah dialami bangsa Indonesia. Mata saya terbuka terhadap rentetan sejarah yang bergulir acak dan terombang-ambing pada ketidapastian. Nihil di permukaan dan cacat secara historis. Menurut saya perlu ada tandingan dengan menawarkan perspektif yang berbeda dalam mengangkat isu yang sensitif ini, mengingat tragedi ini masih mengambang walau sudah terjadi puluhan tahun lalu.

Tonton Mist Of The Past arahan Christian Banisrael (Indonesia) sekarang!

Boleh diceritakan sedikit tentang tim yang terlibat dalam film ini?

Proses dibalik produksi film Mist Of The Past (sumber: Christian Banisrael)
Proses dibalik produksi film Mist Of The Past (sumber: Christian Banisrael)

Tata: Proses produksi terjadi ketika seorang teman meminta bantuan untuk tugas akhir kuliahnya. Dari situ saya bersama teman-teman lainnya yang ikut membantu proses ini sepakat dengan iktikad menjadikan proses ini menjadi karya bersama, gotong royong menciptakan karya ini supaya tidak hanya berakhir pada tugas akhir saja namun memiliki kontribusi walaupun kecil dalam hal berdiskusi melalui medium film ini.

“Mengingat ini adalah pengalaman pertama saya menyutradarai film, masukan dari beberapa teman dan tim membantu saya dalam menentukan keputusan secara teknis dan non teknis.”

Apa tantangan utama dan terbesar dalam produksi ‘Mist Of The Past’ dan bagaimana cara untuk mengatasinya?

Gejog-ss6 krk

Tata: Film pendek ini diangkat berdasarkan buku “Kumpulan Cerpen: Bunga Tabur Terakhir” karya G.M Sudarta. Saya akhirnya dapat berdialog dengan Pak Sudarta dan kami memiliki perspektif yang sama mengenai narasi besar dari cerpen karangannya. Saya tak ingin mencederai ruh yang ada dalam cerpen tersebut, saya diberikan kebebasan untuk menginterpretasikan naskah yang saya transformasikan ke dalam skenario film.

“Agak minder juga karena saya kurang pengalaman dibandingkan beliau yang sudah sekelas komikus nasional.”

Christian Banisrael merupakan satu dari sepuluh finalis Viddsee Juree Awards Indonesia 2019. Lihat finalis lainnya disini!

Mau lebih banyak cerita-cerita keren?