Kenalan sama Mada Ariya Finalis Juree ID 2019 Lewat ‘Take Back!’!

 

‘Take Back!’ adalah film yang mengikuti hasil investigasi terkait sampah plastik yang masuk ke Indonesia.

Mada Ariya

Mada Ariya merupakan lulusan Fakultas Film dan Televisi ISI Surakarta. Pemuda kelahiran Blitar ini kini membuat film dokumenter yang fokus pada isu lingkungan di Indonesia. ‘Take Back!’ merupakan film dokumenter pendek kolaborasi ECOTON dan Paradoc Film.

Apa yang membuatmu memutuskan untuk menjadi sutradara?

Mada: Awalnya film ini merupakan bentuk kerjasama dari ECOTON dan Paradoc Film. Konsep dalam film ini saya menyederhanakan konteksnya dari sudut pandang Prigi sebagai subjek utama yang melakukan berbagai upaya untuk mengungkap penyelundupan sampah plastik impor ke negaranya melalui impor kertas bekas.

“Saya tertarik menyutradarai film ini karena saya tertarik dengan temuan Prigi Arisandi dan memang sangat penting untuk difilmkan.”

Apa inspirasi di balik film ‘Take Back!’?

Proses dibalik produksi film Take Back! (sumber: Paradoc Film)
Proses dibalik produksi film Take Back! (sumber: Paradoc Film)

Mada: Selama ini Indonesia mendapat label sebagai pencemar terbesar kedua sampah plastik ke lautan oleh negara-negara maju. Namun, kenyataannya Indonesia justru merupakan solusi dari negara-negara maju untuk program pengolahan sampah mereka. Melalui film ini saya ingin memperlihatkan bahwa negara-negara besar seharusnya berkaca kembali pada diri mereka karena telah menimbulkan masalah pada negara lain.

Tonton Take Back! arahan Mada Ariya (Indonesia) sekarang!

Boleh diceritakan sedikit tentang tim yang terlibat dalam film ini?

Mada: Dari riset yang dilakukan oleh tim ECOTON dan The Party Departments, kami mengemasnya dalam sebuah film pendek berdasarkan proses investigasi dan aksi dalam menangani kasus penyelundupan sampah yang masuk ke Indonesia melalui impor limbah kertas.

“Temuan dari BPS pada tahun 2018 menunjukkan adanya peningkatan impor kertas bekas yang tercampur sampah plastik sebesar 283.152 ton.”

Apa tantangan utama dan terbesar dalam produksi ‘Take Back!’ dan bagaimana cara untuk mengatasinya?

Take Back-ss4 krk

Mada: Peralatan tentu menjadi masalah utama karena penggunakan peralatan yang sangat minim terutama pada proses pengambilan suara dalam film. Namun karena film ini merupakan kerja kolektif dari Ecoton dan Paradoc film, kami bisa saling menutupi permasalahan dengan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki masing-masing

“Waktu produksi yang singkat mengingat filmnya untuk kampanye pergerakan membuat eksplorasi cerita masih kurang.”

Mada Ariya merupakan satu dari sepuluh finalis Viddsee Juree Awards Indonesia 2019. Lihat finalis lainnya disini!

 

Mau lebih banyak cerita-cerita keren?