Kenalan sama Rangga Kusmalendra, Finalis Juree ID 2019 Lewat ‘Sound of Preeett’!

 

Sibuk sebagai sutradara iklan tak membuat Rangga melupakan impiannya untuk jadi sutradara film

Rangga Kusmalendra

Rangga Kusmalendra adalah seorang pembuat film yang memulai karir di genre dokumenter. Selain produksi film, ia juga dikenal sebagai sutradara iklan dan meraih beberapa penghargaan, termasuk Silver di kategori Young Film Director Citra Pariwara 2009.

Apa yang membuatmu memutuskan untuk menjadi sutradara?

Rangga: Keinginan menjadi Sutradara timbul karena saya tidak menemukan media yang tepat dan memuaskan untuk mengejawantahkan ide dan hasrat berkarya ketika kuliah di ITB jurusan Desain Komunikasi Visual. Ketika lulus saya nekad untuk terjun di industri Produksi Film di Jakarta, meniti karir di industri film iklan sembari terus mencari waktu dan ruang untuk berkarya membuat film pendek dan

“Saya berharap suatu nanti akan mendapatkan kesempatan untuk membuat film panjang.”

Apa inspirasi di balik film ‘Sound of Preeett’?

Proses dibalik produksi film Sound of Preeettt (sumber: Rangga Kusmalendra)
Proses dibalik produksi film Sound of Preeettt (sumber: Rangga Kusmalendra)

Rangga: Inspirasi datang dari keresahan atas banyaknya tindakan main hakim sendiri yang dilakukan mayoritas kepada minoritas yang belum jelas kebenarannya. Lalu suatu ketika di sebuah pusat perbelanjaan saya mencium bau kentut yang sangat menyengat ketika sepasang suami istri lewat di depan saya. Sontak ide cerita untuk film ini menyeruak.

“Banyak aksi main hakim sendiri padahal belum jelas kebenarannya.”

Tonton Sound of Preeett arahan Rangga Kusmalendra (Indonesia) sekarang!

 

Boleh diceritakan sedikit tentang tim yang terlibat dalam film ini?

Rangga: Produksi ini sepenuhnya dikerjakan bersama tim Basabasinema di Jogja, tim produksi yang sangat solid. Skenario ditulis oleh Bambang Fazrin dan Produksi ditangani dengan baik sekali oleh Basudewa.

Apa tantangan utama dan terbesar dalam produksi ‘Sound of Preeett’ dan bagaimana cara untuk mengatasinya?

Sound of Preeett-ss2 krk

Rangga: Tantangan produksinya adalah jarak dan waktu. Karena saya tinggal di Jakarta, sementara tim dan produksi semua di Jogja. Sehingga komunikasi ketika proses pre-production dilakukan via remote melalui video call dan email. Dimulai dari pengembangan skenario, proses reading, rencana produksi, lokasi, artistik, dan wardrobe.

“Alhamdulillah dengan tim yang solid, proses produksi bisa terlewati dengan baik. Kudos buat semua anggota tim yang terlibat!”

Rangga Kusmalendra merupakan satu dari sepuluh finalis Viddsee Juree Awards Indonesia 2019. Lihat finalis lainnya disini!

Mau lebih banyak cerita-cerita keren?