Mengintip Kurasi Film Lewat Viddsee Berdiskusee

 

Viddsee Berdiskusee adalah segmen diskusi di mana kami mengundang narasumber ahli untuk mendiskusikan topik-topik yang diharapkan dapat memberikan informasi terbaru kepada penonton

Buzzfeaturedimage.jpg

Di tengah krisis pandemi COVID-19 yang memaksa kita semua untuk tetap tinggal dan beraktifitas di dalam rumah. Walau begitu, situasi itu justru membangkitkan minat banyak orang untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan baru melalui kanal di berbagai platform digital.

Salah satu platform digital yang diminati adalah Instagram, di mana semakin banyak penggunanya yang menggunakan fitur Live.

Tak terkecuali kami melalui segmen Viddsee Berdiskusee.

Viddsee Berdiskusee adalah segmen diskusi di mana kami mengundang narasumber ahli untuk mendiskusikan topik-topik yang diharapkan dapat memberikan informasi terbaru kepada penonton. Lima episode Viddsee Berdiskusee berlangsung di Instagram Live @viddsee.id membahas pertanyaan yang sering dilontarkan oleh komuintas pembuat film seputar Viddsee.

Ini merupakan bagian dari StoriesTogether, sebuah inisiatif regional yang membawa komunitas para pencerita, penonton, dan rekanan untuk memberi harapan di tengah pandemi COVID-19.

Mengintip Kurasi Viddsee yang berlangsung pada 15 April 2020 membahas pertanyaan seputar kurasi film pendek bersama Arie Kartikasari, Content Community Manager di Indonesia. Berikut rekapannya!

Bagaimana caranya supaya film saya masuk Viddsee?

Arie Kartikasari: Caranya cukup mudah. Cukup submit melalui link viddsee.com/join lalu kamu bisa mengisi data dan meng-upload film. Setelah itu, filmnya akan dikurasi oleh tim Content dan kamu akan dihubungi jika filmnya lolos seleksi. Waktu kurasi sendiri memakan waktu kurang lebih 2 minggu (bisa lebih lama).

Film seperti apa yang lolos kurasi?

Arie Kartikasari: Kami mencari film-film dengan cerita lokal namun memiliki frame yang global; memiliki production value serta potensi share-ability yang baik.

Apa saja yang biasanya dilewatkan oleh pembuat film saat mendaftarkan filmnya?

Arie Kartikasari: Biasanya pembuat film sering menggunakan musik tanpa izin, sehingga ini jadi salah satu alasan mengapa film tidak lolos kurasi. Pembuat film juga sering lupa mencantumkan subtitle Bahasa Inggris. Kami tidak akan menolak film tanpa subtitle sih, namun ini berpotensi mengurangi kesempatan filmmu ditonton oleh audiens skala global.

Apakah Viddsee menerima submisi film dalam bentuk fisik?

Arie Kartikasari: Kami hanya menerima pendaftaran melalui online submission. Mohon jangan kirim DVD atau USB ya!

 

Mau lebih banyak cerita-cerita keren?