4 Tips Personal Branding Buat Para Pembuat Film

 

Personal branding? Memangnya butuh ya?

4 Tips Personal Branding buat Pembuat Film
4 Tips Personal Branding buat Pembuat Film

Sebagai bagian dari penghargaan pilihan industri yang dilaksanakan setiap tahun untuk merayakan dan mendukung komunitas film di Asia, acara Viddsee Juree Philippines yang dilaksanakan 27-29 September 2019 di Pineapple Lab memberikan informasi yang berguna tak hanya bagi para pembuat film di Filipina, tapi juga untuk pembuat film muda di Indonesia.

Salah satunya adalah forum diskusi “It’s All About The (Personal) Brand” yang diisi oleh panel pembicara yang terdiri atas Lucky Kuswandi, Mikhael Red, serta Annika Yanez. Ketiga pembuat film ini berbincang mengenai cara membangun personal branding utamanya di era digital.

Berikut adalah 4 kesimpulan dari panel diskusi tersebut:

  1. Pekerjaanmu mendefinisikan personal branding milikmu
  2. Cara kamu berkomunikasi dengan orang lain berkontribusi pada personal branding milikmu
  3. Rajin berjejaring dan masuk dalam radar
  4. Eksis di dunia maya itu wajib hukumnya!

Baca lebih lanjut untuk tahu detailnya!

1. Pekerjaanmu Mendefiniskan Personal Branding Milikmu

Dari kiri ke kanan: Jan Pineda, Annika Yanez, Lucky Kuswandi, Mikhail Red
Dari kiri ke kanan: Jan Pineda, Annika Yanez, Lucky Kuswandi, Mikhail Red

Filmografi sangat penting untuk membantumu mengamankan calon produser dan investor di masa depan

Karya yang sudah pernah dibuat membentuk identitasmu sebagai pembuat film sebagai apa yang akan diharapkan oleh calon investor, kolaborator, dan bahkan penonton untuk proyek selanjutnya.

Seringkali para pembuat film terpaksa harus mengambil proyek komersial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Tapi jangan sampai kehilangan suaramu yang otentik karena itu adalah jiwamu sebagai pembuat film. Kalau perlu, coba untuk menyelundupkannya ke proyek besar yang sedang kamu kerjakan,” desak Mikhail Red.

Karya tak terbatas pada film saja

Pada perspektif yang berbeda, branding sebagai pembuat film tidak terbatas pada dua sisi saja; pembuat film independen atau komersial.

Lucky Kuswandi menyadari hal ini ketika ia mulai mengajar di sebuah universitas di Indonesia. “Awalnya saya mulai mengajar karena seorang teman meminta saya untuk menggantikannya selama satu semester. Pada akhirnya, saya terus mengajar sampai sekarang.”

Melalui pengalaman tersebut, banyak orang menganggapnya sebagai akademisi. Pandangan tersebut membuka peluang bagi Lucky Kuswandi untuk mengisi berbagai macam workshop atau juri.

2. Cara kamu berkomunikasi dengan orang lain berkontribusi pada personal branding milikmu

Viddsee Juree Awards Philippines 2019 Gold Winner, Santa Nena!
Viddsee Juree Awards Philippines 2019 Gold Winner, Santa Nena!

Personal branding menjadi sangat penting ketika kamu melakukan pitching film kepada calon investor dan produser. Bagian yang paling berkontribusi penting pada personal branding adalah bagaimana kamu menampilkan diri di lokasi syuting serta profesionalisme yang kamu pancarkan.

“Gak ada yang mau kerja sama orang resek,” ujar Lucky yang disambut tawa oleh audiens.

Bawa dirimu dengan baik. Bersikap ramah di lokasi syuting. Belajarlah untuk berkolaborasi dengan orang lain.

3. Rajin berjejaring dan masuk dalam radar

Jejaring adalah segalanya

“Saya harus menyeimbangkan kehidupan antara mengerjakan proyek-proyek kreatif serta berjejaring,” kata Annika Yanez.

Banyak kesepakatan dibuat saat berlangsungnya sebuah pesta. Setelah, bukan selama berlangsungnya sebuah pasar proyek film. Mikhail memberi saran untuk berada di setiap acara juga pesta perayaan setelah acara untuk mengenal orang baru yang berpotensi jadi investor atau produser proyekmu.

Masuk dalam radar orang lain

Mikhail juga berpendapat bahwa pembuat film harus terus bekerja keras untuk memiliki kehadiran di dunia internasional serta masuk ke dalam peta.

“Bahkan jika kamu sedang mengerjakan proyek dari studio besar, pastikan kamu setidaknya punya satu proyek pribadi di pasar proyek film di seluruh dunia. Ini supaya kamu bisa menghadiri festival dan berkenalan dengan direktur program atau festival dan memastikan mereka mengingatmu.”

Bangun hubungan dengan direktur program, aktor, editor, dan lainnya karena industri film bekerja melalui rekomendasi.

4. Eksis di dunia maya itu wajib hukumnya!

Viddsee Juree Awards Phillippines 2019 Submission: Hi, Miss Ganda (Hi, Miss Beautiful)
Viddsee Juree Awards Phillippines 2019 Submission: Hi, Miss Ganda (Hi, Miss Beautiful)

Ketahui siapa followers dan cara memaksimalkannya untuk keuntunganmu

Annika menyarankan para pembuat film untuk rajin memposting pekerjaan dan tak takut dengan penilaian dan kritik. “Dulu saya malu untuk posting sesuatu, tetapi saya tetap melakukannya. Saya mulai dengan posting reel saya dan malah membuka pintu baru karena ini menunjukkan apa yang bisa saya lakukan.”

Kendalikan narasimu

Mudahkan pekerjaan calon klien untuk mencari dan memeriksa kredibilitasmu. Kendalikan narasimu. Pastikan hal pertama yang muncul di laman pencarian ketika seseorang mengetik namamu adalah halaman IMDB atau situs pribadimu.

“Gak mau kan kalau hal pertama yang muncul di laman pencarian adalah review blogger soal karya kamu yang jelek,” canda Lucky.

Proaktif dan konsisten

Aktif di media sosial itu sebuah keharusan. Mikhail dulunya tak memiliki akun Instagram tapi kini ia secara proaktif terus memperbarui feed-nya.

“Saya mengerjakan proyek impian sebelum Eerie. Di antara kedua proyek tersebut, satu-satunya alasan saya bisa bertahan hidup adalah karena saya diminta untuk mendukung San Miguel untuk salah satu proyek komersialnya.”

Hal ini merupakan sesuatu yang mustahil terjadi jika ia tak membranding dirinya sendiri sebagai sutradara muda untuk genre yang spesifik di sosial media.

Tentang para pembicara

Mikhail Red adalah pembuat film independen asal Filipina. Film panjang keduanya yang berjudul Birdshot memenangkan Best Film di Asian Future Tokyo dan terpilih untuk mewakili negaranya di ajang Oscar.

Annika Yanez adalah pembuat film muda asal Filipina. Karyanya yang berjudul As Time Flows By terpilih sebagai finalis di ajang Viddsee Juree Phillippines 2018.

Lucky Kuswandi adalah salah satu pembuat film muda bertalenta asal Indonesia. Karya-karyanya telah ditayangkan di berbagai festival film internasional.

Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel 4 Personal Branding Tips For Filmmakers yang dipublikasikan pada 13 Oktober 2019.

Mau lebih banyak cerita-cerita keren?